moelyhana

Just another WordPress.com site

klasifikasi kalajengking

Klasifikasi kalajengking
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Chelicerata
Kelas: Arachnida
Subkelas: Dromopoda
Ordo: Scorpiones

Kalajengking adalah sebuah arthropoda dengan delapan kaki, termasuk dalam ordo Scorpiones dalam kelas Arachnida. Dalam kelas ini juga termasuk laba-laba, harvestmen, mites, dan tick. Ada sekitar 2000 spesies kalajengking. Mereka banyak ditemukan selatan dari 49° U, kecuali New Zealand dan Antarctica. Tubuh kalajengking dibagi menjadi dua segmen: cephalothorax dan abdomen. Abdomen terdiri dari mesosoma dan metasoma.
Satu lagi jenis baru dipublikasi dalam jurnal Acta Arachnologica 59 (1) terbitan bulan 30 September 2010. Jenis baru yang dilaporakn oleh Wilson Laurenco dan Bernard Duhem ini menjadi jenis yang kedua untuk marga Chaerilus untuk Pulau Halmahera.
Sebelumnya, Laurenco mendeskripsi jenis baru Chaerilus spinatus dari salah satu gua di Sagea yaitu Batu Lubang yang merupakan gua terbesar di Halmahera bagian utara. Meskipun ditemukan di dalam gua, namun jenis ini tidak mempunyai karakteristik morfologi yang khas untuk hidup di dalam gua atau sebagai jenis troglobit.
Jenis baru ini dikoleksi oleh Louis Deharveng dan Anne Bedos dalam ekspedisi mereka di Batu Lubang pada tahun 1988. Spesimen tipe jenis baru yang dideskripsi dari Halmahera disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense, Cibinong Indonesia.
Sedangkan jenis pertama yang dipublikasi dari Halmahera diberi nama Chaerilus telnovi yang ditemukan di Gunung Talaga sekitar beberapa kilometer dari Gua Batu Lubang di Sagea.
“Jenis ini ditemukan dalam serasah dan merupakan jenis tak bermata kalajengking serasah yang pertama kali dikenal di Asia” seperti yang diungkapkan Laurenco dalam laporannya.
Marga Chaerilus
Saat ini dikenal ada Chaerilus celebensis dari Sulawesi dan konon Chaerilus sabinae yang merupakan salah satu jenis kalajengking gua tanpa mata yang ditemukan di salah satu gua di Maros, Sulawesi selatan.
Namun, dalam publikasi asli Chaerilus sabinae dilaporkan berasal dari Matampa, India meskipun hal ini diyakini sebuah kesalahan. Karena salah satu gua di daerah Pangakajene di Sulawesi Selatan ada yang bernama Gua Mattampa dan oleh kolektornya dikoleksi dari gua tersebut.
Penemuan jenis baru oleh Laurenco ini semakin menambah wawasan betapa masih besarnya potensi untuk temuan-temuan jenis baru di Indonesia.
Racun kalajengking
Seluruh spesies kalajengking memiliki bisa. Pada umumnya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoxin. Suatu pengecualian adalah Hemiscorpius lepturus yang memiliki bisa cytotoxic. Neurotoxin terdiri dari protein kecil dan juga sodium dan potassium, yang berguna untuk mengganggu transmisi neuro sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan. Bisa kalajengking lebih berfungsi terhadap arthropod lainnya dan kebanyakan kalajengking tidak berbahaya bagi manusia; sengatan menghasilkan efek lokal (seperti rasa sakit, pembengkakan). Namun beberapa spesies kalajengking, terutama dalam keluarga Buthidae dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu yang paling berbahaya adalah Leiurus quinquestriatus, dan anggota dari genera Parabuthus, Tityus, Centruroides, dan terutama Androctonus. Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian manusia adalah Androctonus australis.
Makanan kalajengking
Serangga-serangga kecil seperti jangkrik, kecoa atau udang. ”Selain itu kalajengking juga bisa diberi pakan berupa cacing tanah dan hewan-hewan kecil tanah lainnya,” Selain memiliki sifat kanibal (memakan sesamanya).
Manfaat Kalajengking
Tak banyak orang tahu khasiat kalajengking bagi pengobatan. Padahal, menurut Dr William Adi Teja, MMed dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta, semua binatang merayap, termasuk kalajengking, berkhasiat melancarkan peredaran darah.
“Hewan-hewan merayap ampuh untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah kronis. Obat-obat dari bahan herbal atau hewan lain tak mampu, tapi binatang merayap ini dapat mengobati keluhan akibat penyumbatan darah,” tutur Dr William.
Selain melancarkan peredaran darah, hewan berbisa dan beracun ini juga mampu menyembuhkan penyakit stroke, jantung, dan sirosis hati. Kata Dr William, bukan racunnya yang dipakai untuk mengobati penyakit, melainkan daging bagian ekor. Itu pun setelah zat racun hewan yang berkembang biak setahun sekali ini dinetralisasi.
Menurut Prof Gopalakrishnakone, PhD, DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore, bisa dan racun kalajengking tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerjanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan, di antaranya sebagai penghilang rasa sakit, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, dan antikejang.
Kini sejumlah obat telah dihasilkan dari bisa dan racun alami, misalnya racun botulinum dari bakteri anaerobik yang mencemari makanan kaleng. Racun ini juga dimanfaatkan untuk terapi strabismus (mata juling), blepharospasm (kejang kelopak mata), dan vagisnismus (kekejangan otot vagina). Arvin dari racun ular berbisa digunakan untuk mengatasi gangguan penggumpalan darah.
Dijelaskan oleh Gopalakrishnakone, pada tahun 1998 Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mengkaji dan menyetujui peredaran empat obat berbahan dasar racun, baik bisa ular, kalajengking, laba-laba, maupun kerang kerucut. Racun dan bisa itu adalah aggrostatin untuk mengobati angina, captopril untuk tekanan darah tinggi, conotoxin untuk anestesi saraf tulang belakang, dan chlorotoxin untuk pengobatan tumor otak.
Sayangnya, kata Dr William, kandungan kimiawi hewan yang dapat hidup hingga 5 tahun ini belum diketahui lebih lanjut. Meski demikian, dalam teori pengobatan traditional chinese medicine, kalajengking merupakan salah satu jenis serangga, bersama kelabang dan kecoak, yang paling banyak digunakan masyarakat China untuk pengobatan.
Sementara itu, untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan ini, masyarakat Jawa secara turun-temurun selalu menyiramnya dengan amonia atau air seni. Hal itu akan menghilangkan rasa sakit dan bengkak akibat gigitan hewan ini.
Bila kalajengking yang sudah ternetralisasi racunnya dimasak kembali dengan ramuan obat lain, lanjutnya, hal itu tidak akan membawa manfaat lebih karena fungsi atau manfaatnya sudah hilang. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar kalajengking diblender kemudian dibuat bubuk. Proses demikian berlaku bagi binatang merayap lain jika digunakan untuk konsumsi obat.
Sirosis Hati
Di China bagian utara, kalajengking dijual bebas. Di pinggir-pinggir jalan, kalajengking dijual dalam bentuk kalajengking panggang atau sate. Harga yang ditawarkan untuk 1 sate kalajengking sepanjang 5 cm sekitar 30 yuan (setara dengan Rp 33.000).

Sebelum menjualnya, pedagang di China mengolah kalajengking berdasarkan rahasia pengobatan China kuno, yaitu merebusnya dengan air jahe. Dari hasil wawancara Dr William dengan pedagang di sana, untuk menetralkan racun juga bisa dengan cara menggoreng kalajengking bersama batu tawas.
Meski di China utara kalajengking ramai diperdagangkan, tidak demikian di bagian lain dari negeri China. Hal ini dimungkinkan karena ada juga masyarakat China yang tidak tahu cara memanfaatkan kalajengking untuk pengobatan. Itulah kenapa pedagang obat tradisional China selalu menjualnya dalam bentuk bubuk atau pil.
Diingatkan olehnya, dosis sehari mengonsumsi bubuk kalajengking tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika terlalu banyak, dapat mengakibatkan alergi dan sesak napas.
Secara empiris, kata Dr William, pasiennya sembuh dari gangguan penyempitan pembuluh darah setelah sebulan mengonsumsi bubuk kalajengking sebanyak 0,3 gram sehari. Menurut dia, dosis tersebut akan diturunkan apabila kondisi pasien mulai membaik. Ia menegaskan, konsumsi kalajengking harus dihentikan bila tubuh sudah menunjukkan gejala alergi.
Secara khusus ia menegaskan, dalam praktik ia jarang memberikan ramuan kalajengking dalam bentuk tunggal. Ia lebih sering mengombinasikan berbagai macam herbal dan hewan lain, baru memberikan bubuk kalajengking sesuai dengan takaran. Contohnya, untuk penyakit sirosis hati, ia selalu meresepkan lebih dari 15 macam ramuan. Jenisnya antara lain batok penyu, alang-alang, kunyit, dan 0,2 gram bubuk kalajengking. Katanya, ”Pemakaian kalajengking pada kasus sirosis hati berfungsi untuk menggempur hati yang mulai mengeras.”

Tinggalkan komentar »

tehik penulisan skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Sebelum menyusun skripsi pastinya kita harus menyerahkan Proposal Skripsi terlebih dahulu itu sebagai salah satu syarat untuk mempermudah membuat skripsi. Disini kita harus membuat kerangka atau gambaran dari proposal yang diajukan dan sekaligus proposal skripsi juga sebagai bahan dalam skripsi itu sendiri. Selama penulisan skripsi, kita memang sering dibuat bingung dengan format yang berbeda-beda. Sebenarnya selalu ada pedoman atau format penulisan skripsi yang ditujukan untuk mahasiswa.Sistematika penulisan dibuat dengan dua tujuan. Pertama, sebagai guidance bagi penulis untuk menyusun bab-bab yang belum terselesaikan, yaitu bab dua dan seterusnya. Kedua, untuk mempermudah pembaca dalam menyimak dan memahami keseluruhan bagian skripsi, tesis atau disertasi. Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan minimal 105 sks dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing II sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Pendidiksan S1 (Sarjana). Tujuan dalam Penulisan Skripsi adalah memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.

I.2 Rumusan Masalah

1. Sebutkan bagian-bagian penulisan skripsi?

2. Persyaratan apa saja dalam menulis skripsi?

3. Bagaimana sistematika penulisan skripsi?

4. Bagaimana teknik penulisan skripsi?

 

I.3 Tujuan

Makalah ini disusun bertujuan untuk :

  1. Mengetahui bagian-bagian yang ada dalam penulisan skripsi.
  2. Mengetahui persyaratan apa saja dalam menulis skripsi.
  3. Mempelajari sistematika penulisan skripsi.
  4. Mengetahui teknik penulisan skripsi.

 

I.4 Manfaat

Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak khususnya kepada mahasiswa dan untuk menambah pengetahuan serta wawasan. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah sebagai panduan singkat untuk mempelajari skripsi agar mengetahui bagian-bagin yang ada dalam skripsi, persyaratan untuk memenuhi menulis skripsi, mempelajari sistematika penulisan skripsidan teknik penulisan skripsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Bagian-bagian penulisan skripsi

1. Pengertian

Skripsi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dikemukakan dalam skripsi. Skripsi disusun dan dipertahankan dalam suatu sidang ujian. Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan kurang lebih 135 sks dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing II sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Pendidiksan S1 (Sarjana).

2.  Karakteristik

Skripsi mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Untuk bidang pendidikan, skripsi terarah pada eksplorasi permasalahan atau pemecahan masalah pendidikan dan pengajaran pada tingkat pendidikan prasekolah, pendidikan dasar (SD, SLTP, MTS), pendidikan menengah (SMU, SMK, Madrasah, Aliyah), pendidikan tinggi, serta pada jalur pendidikan luar sekolah termasuk pendidikan keluarga.
  2. Untuk bidang non-pendidikan, skripsi terarah pada permasalahan pada bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.
  3. Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan oservasi lapangan dan/atau penelaahan pustaka.
  4. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Skripsi berbobot 4-6 sks.

 

  1. 3.    Persyaratan

Mahasiswa S1 yang berhak menulis skripsi adalah mereka yang memenuhi persyaratan berikut ini:

  1. Telah lulus minimal sebanyak 105 sks dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,50.
  2. Telah lulus mata kuliah Penelitian Pendidikan dengan nilai minimal 2,0
    1. Waktu untuk bimbingan skripsi paling lama 6 bulan.
    2. Tebal skripsi sekitar 50-100 halaman (tidak termasuk lampiran).

 

  1. 4.    Pembimbingan
  2. Prosedur pembimbingan

–   Tahap persiapan

  • Ø Mahasiswa calon diwajibkan menyusun usulan rancangan penulisan skripsi yang memuat:
  • Judul skripsi
  • Latar belakang masalah
  • Identifikasi masalah termasuk pertanyaan penelitian
  • Variabel penelitian
  • Tujuan penelitian
  • Kegiatan penelitian
  • Definisi operasional
  • Asumsi dan hipotesis (bila ada hipotesis)
  • Ringkasan tinjauan teoritis (dari buku, jurnal, internet, dan laporan penelitian)
  • Metodologi mencakup metode, sampel, instrumen dan teknik analisis
  • Sistematika penulisan
  • Agenda kegiatan
    • Ø Mengajukan rancangan tersebut untuk mendapatkan pengesahan dari Dewan Bimbingan Skripsi di Jurusan (dilaksanakan dalam seminar rancangan penulisan skripsi).
    • Ø Mendapatkan persetujuan pembimbingnya dengan dikeluarkannya SK Dekan tentang pembimbing.

 

–    Tahap pelaksanaan penelitian dan bimbingan

Setelah Surat Keputusan pengakuan pembimbing dikeluarkan maka calon yang bersangkutan mulai bekerja dibawah bimbingan pembimbing yang telah ditunjuk. Berdasarkan kesepakatan antara pembimbing dengan mahasiswa yang dibimbingnya, kegiatan penelitian dilaksanakan selama proses penelitian yang kemudian dilanjutkan dengan proses penulisan. Konsultasi mahasiswa kepada pembimbing harus dilakukan secara teratur sesuai dengan perjanjian. Setiap hasil penelitian penulisan diajukan pada pertemuan antara kedua pembimbing dengan mahasiswa yang dibimbing.

–       Tahap penyelesain akhir

Berdasarkan penilaian pembimbing bahwa penulisan sudah memenuhi persaratan suatu skripsi, maka ujian untuk yang bersangkutan dapat dilaksanakan (sesuai dengan kalender akademik).

 

  1. Persyaratan Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing penulisan skripsi ditetapkan sebagai berikut:

–       Pembimbing penulisan skripsi sebanyak dua orang terdiri atas Pembimbing I dan Pembimbing II.

–       Pembimbing I serendah-rendahnya berpangkat Lektor atau bergelar Doktor sesuai dengan bidang keahliannya.

–       Pembimbing II serendah-rendahnya berpangkat Lektor atau bergelar Magister/Master sesuai dengan bidang keahliannya.

–       Pembimbing skripsi telah memiliki pengalaman menulis skripsi atau pengalaman menulis karya ilmiah yang setara dengan skripsi.

–       Pembimbing skripsi memiliki keahlian yang relevan dengan masalah/topik skripsi yang ditulis oleh mahasiswa yang dibimbingnya.

 

  1. Tugas Pembimbing

–        Pembimbing I bertugas

  • Ø Memberikan arahan tentang rumusan akhir usul penelitian, sistematika dan materi skripsi.
  • Ø Menelaah dan memberikan rekomendasi tentang prosedur pengupulan data yang akan digunakan.
  • Ø Memberikan persetujuan akhir terhadap naskah skripsi yang akan diajukan ke sidang ujian.

–        Pembimbing II bertugas:

  • Ø Membantu pembimbing pertama dalam menilai dan memperkaya usulan penelitan.
  • Ø Memberikan pertimbangan, tanggapan, dan saran mengenai prosedur yang digunakan serta sistematikanya.
  • Ø Memberikan ujian setelah skripsi disetujui oleh pembimbing pertama.

 

  1. 5.    Sistematika

Sistematika penulisan skripsi merujuk pada BAB VII pedoman ini.

 

  1. 6.    Penilaian

Penilaian skripsi dilakukan terhadap isi, bahasa, metode, sistematika, dan penyajian. Skripsi dipertahankan dalam ujian sidang, dan penilaian diberikan terhadap penguasaan isi, kemampuan mempertahankan skripsi secara ilmiah, dan kemampuan mengguanakan bahasa Indonesia dan bahasa keilmuan dalam bidang studi yang bersangkutan secara baik dan benar. Penilaian skripsi dilakukan oleh dosen penguji yang terdiri atas minimal berpangkat Lektor atau bergelar Magister /Master pada bidang keahlian yang sesuai.

 

  1. 7.    Perbaikan Skripsi dalam Rangka Lulus Bersyarat

Mahasiswa dapat dinyatakan lulus bersyarat oleh panitia penguji apabila naskah skripsinya masih perlu diperbaiki karena dianggap masih mengandung kelemahan yang cukup mendasar. Mahasiswa yang bersangkutan diarahkan oleh anggota panitian penguji yang ditunjuk, untuk kemudian hasilnya yang telah disetujui pangarah ditelaah kembali oleh Pimpinan Jurusan/Program untuk dikomentari dan disahkan.

 

2.2 Sistematika Skripsi

Sistematika skripsi seperti berikut:

JUDUL, disertai pernyataan mengenai maksud penulisan skripsi.

Nama dan kedudukan TIM PEMBIMBING

PERNYATAAN tentang keaslian karya ilmiah

KATA PENGANTAR

ABSTRAK (tidak lebih dari 1 halaman)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL (bila ada)

DAFTAR GAMBAR (bila ada)

DAFTAR LAMPIRAN (bila ada)

BAB I. PENDAHULUAN

BAB II. KAJIAN PUSTAKA/KERANGKA TEORITIS

(Diberi judul sesuai dengan isi/teori yang dibahas dalam bab ini)

BAB III. METODE PENELITIAN

BAB IV. PEMBAHASAN HASIL-HASIL PENELITIAN

BAB V. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI/REKOMENDASI

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP PENULIS

 

Apabila pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian untuk skripsi,maka sistematika tersebut hendaknya disesuaikan pada pendektan kualitatif.

 

  1. 1.      Judul dan pernyataan Maksud Penulisan

Judul skripsi dirumuskan dalam satu kalimat yang diringkas, komunikatif, dan afirmatif. Judul harus mencerminkan dan konsisten dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian dan metode penelitian. Walaupun judul sudah harus dibuat sejak proposal penelitian dibuat, namun pada akhirnya judul dapat saja berubah sesuai dengan kesepakatan antara mahasiswa dengan para pembimbing yang bersangkutan berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dan diolah. Maksud penulisan skripsi dirumuskan secara ringkas, yakni untuk memenuhi salah satu syarat menempuh ujian S1, S2, atau S3. Pernyataan mengenai maksud ini ditulis baik dalam sampul luar maupun sampul dalam.

 

  1. 2.      Tim Pembimbing

Kedudukan Tim Pembimbing ini ditempatkan dalam halaman khusus. Untuk skripsi S1 dapa digunakanistilah TIM PEMBIMBING dengan kedudukan sebagai PEMBIBING PERTAMA, PEMBIMBING KEDUA, dan seterusnya.

 

  1. 3.      Pernyataan tentang Keaslian Karya Tulis

Pernyataanini menegaskan bahwa karya tulis (skripsi) adalah benar-benar karya mahasiswa yang bersangkutan, danbukan jiplakan.

 

  1. 4.      Kata pengantar

Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

 

  1. 5.      Abstrak

Abstrak berisi tentang ikhtisar masalah, tujuan, metode, dan hasil penelitian. Pembaca harus mengerti dengan isi yang ditulis dalam abstrak karena abstrak sudah mencakup garis besar skripsi. Abstrak ini cukup 1 (satu) halaman diktik satu spasi.Dalam abstrak juga harus dicantumkan kata kunci. Kata kunci ini merupakan kata-kata yang sering muncul dan digunakan dalam penelitian. Abstrak ditulis dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

 

  1. 6.      Daftar Isi

Daftar isi memuat halaman-halaman dari seluruh bagian yang terdapat dalam skripsi. Judul setiap bab dan juga subbab ditulis dan dicantumkan halamannya. Halaman harus sesuai dengan judul bab dan subbab sehingga pembaca dapat lebih mudah mencari bagian yang diinginkan. Judul bab dicetak tebal dan ditulis dengan huruf apital. Sementara judul subbab tidak dicetak tebal dan huruf apital hanya digunakan pada awal kata. Untuk halaman bagian awal ditulis dengan angka romawi, sedangkan halaman sesudahnya ditulis dengan angka latin.

 

  1. 7.      Daftar Tabel

Pada dasarnya, fungsi daftar tabel ini sama dengan daftar isi, yakni menyajikan tabel secara berurutan mulai dari tabel pertama sampai tabel terakhir yang ada dalam skripsi. Daftar tabel ini menyatakan nomor urut tabel (dengan dua angka Arab) yang masing-masing menyatakan nomor urut tabel dan nomor urut bab di dalam skripsi.

 

 

  1. 8.      Daftar Gambar

Daftar gambar berfungsi untuk menyajikan gambar secara berurutan dengan masing-masing disebutkan Nomor Urut Gambar dengan menggunakan dua angka Arab seperti pada daftar tabel. Judul gambar ditulis dengan huruf besar untuk setiap huruf awal dari setiap kata, seperti halnya penulisan judul; tabel. Setiap judul gambar disertai nomor urut halaman tempat gambar terletak.

 

  1. 9.      Daftar Lampiran

Daftar lampiran ini mempunyai fungsi yang sama dengan daftar-daftar yang lain yakni menyajikan lampiran secara berurutan. Dalam daftar lampiran disajikan Nomor Urut Lampiran (dengan satu angka Arab), Nama Lampiran, dan Nomor Halaman tempt masing-masing dimana lampirn terletak dalam karya tulis ilmiah yang bersangkutan.

 

  1. 10.  BAB I: PENDAHULUAN

Bab I skripsi tentang pendahuluan merupakan bagian awal dari skripsi. Pendahuluan ini berisi: Latar belakang masalah dan analisis masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, asumsi, hipotesis, metode penelitian secara garis besar beserta tekhnik pengumpulan data dan pendekatannya, lokasi dan sampel penelitian. Secara ringkas berikut ini dibahas satu persatu.

10.1. Latar Belakang Masalah

Pembahasan dalam latar belakang masalah ini bermaksud membeberkan mengapa masalah yang diteliti itu timbul dan penting dilihat dari segi profesi peneliti, pengembangan ilmu dan kepentingan pembangunan. Yang perlu disajikan dalam latar belakang masalah adalah apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak teliti. Dalam latar belakang masalah sebaiknya diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat dilapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan. Disamping itu, perlu pula diuraikan secara jelas tentang kedudukan masalah yang hendak diteliti itu didalam wilayah bidang studi yang ditekuni oleh peneliti itu. Untuk mampu merumuskan latar belakang masalah secara runtut, jelas dan tajam, maka mahasiswa dituntut untukmampu membaca dan memaknakan gejala-gejala yang muncul dalam dunia pendidikan.

10.2. Rumusan Masalah

Merumuskan masalah merupakan pekerjaan yang sukar bagi setiap peneliti. Hal yang dapat menolong mahasiswa keluar dari kesulitan merumuskan judul dan masalah adalah pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian para pakar terdahulu dalambidang-bidang yang terkait dengan masalah yang akan diteliti. Dalam rumusan dan analisis masalah sekaligus juga diidentifikasi variabel-variabel yang dalam penelitian beserta definisi operasionalnya. Untuk mempermudah, maka rumusan masalah dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat bertanya setelah didahului uraian tentang masalah penelitian, variabel-variabel yang diteliti, dan kaitan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

10.3. Tujuan Penelitian/Studi

Rumusan tujuan penelitian/studi inimenyajikan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Oleh sebab itu rumusan tujuan ini harus konsisten dengan rumusan masalah dan mencerminkan pula proses penelitiannya. Rumusan tujuan penelitian tidak boleh sama dengan rumusan maksud penulisan skripsi, yang ditulis pada halaman sampul luar dan halaman sampul dalam. Tujuan penelitian terdiri atas tujuan umum dan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat dalam satu kalimat apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan khusus dirumuskan dalam bentuk butir-butir (misalnya, 1, 2, 3, dst) yang secara spesifik mengacu kepada pertanyaan-pertanyaan penelitian.

10.4. Asumsi

Fungsi asumsi dalam sebuah skripsi merupakan titik pangkal penelitian dalam rangka penulisan skripsi itu. Asumsi dapat berupa teori, evidensi-evidensi dan dapat pula pemikiran peneliti sendiri. Apapun materinya, asumsi tersebut harus sudah merupakan sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan atau diuktikan lagi kebenarannya; sekurang-kurangnya bagi masalah yang akan diteliti padamasaitu. Asumsi-asumsi dirumuskan sebagai landasan bagi hipotesis. Asumsi ini harus dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif. Jadi bukan kalimat bertanya,kalimat menyeluruh, kalimat menyarankan atau kalimat mengharapkan.

 

10.5. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub-masalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau tunjauan pustaka dan masih harus diuji kebenarannya. Melalui penelitian ilmiah, hipotesis akan dinyatakan ditolak atau diterima. Hipotesis ini harus dibuat dalam setiap penelitian yang bersifat analitis. Untuk penelitian yang bersifat deskriftif, yang bermaksud mendeskripsikan masalah yang diteliti, hipotesis tidak perlu dibuat,oleh karena memang tidak pada tempatnya. Hipotesis penelitian harus dirumuskan dalam kalimat afirmatif. Hipotesis tidak boleh dirumuskan dalamkalimat bertanya, kalimat menyeluruh, kalimat menyarankan, atau kalimat mengharapkan.

10.6. Metode Penelitian

Metode penelitian yang disajikan dalam Bab Pendahuluan bersifat garis besar, sedangkan rinciannya dikemukakan pada Bab III. Ke dalam metode penelitian ini dimasukkan teknik atau teknik-teknik pengumpulan data. Dalam hal ini, dapat disebut metode penelitian historis, deskriptif, inferensial, atau eksperimental. Sedangkan dalam hal teknik pengumpulan data dapat disebut teknik angket, wawancara, observasi partisipatif, observasi non-partisipatif, atau tes. Jika dipandang perlu dapat pula dimasukkan pendekatan sosiologis, pendekatan edukatif, dan sebagainya. Ke bab ini juga dimasukkan proses pengembangan instrumen penelitian, bila ada instrumen yang secra khusus digunakan untuk mengumpulkan data.

10.7. Lokasi dan Sampel Penelitian

Disamping menyebut lokasi dan sampel penelitian pada bagian ini juga harus disebutkan alasan mengapa penelitian itu dilakukan ditempat itu dan dengan subyek penelitian itu. Alasan ini akan menjadi kuat apabila dikaitkan dengan rumusan masalah, latar belakang masalah, dan tujuan penelitian, dan teknik analisis data.

 

  1. 11.  BAB II: KAJIAN PUSTAKA/KERANGKA TEORITIS

Kajian pustaka sangat penting dalam suatu karya ilmiah, karen amelalui kajian pustaka ditunjukkan “the state of the art” dari teori yang sedang dikaji dan kedudukan masalah penelitian dalam bidang ilmu yang diteliti.

Fungsi lain kajian pustaka adalah sebagai landasan teoritik dalam analisis temuan. Kajian pustaka harus memuat hal-hal berikut ini:

  1. Apakah teori-teori utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dikaji,
  2. Apa yang telah dilakukan oleh orang lain atau peneliti lain dalam bidang yang diteliti, bagaimana mereka melakukannya (prosedur, subyek), dan temuannya.
  3. Posisi teoritik peneliti yang berkenaan dengan masalah yang diteliti.

Dalam prakteknya, judul BAB II disesuaikan dengan masalahnya, tetapi dapat juga   diberi judul KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORITIK, atau KAJIAN TEORITIK karena isinya telah tergambar dalam judul penelitian. Bila dikehendakikajian pustaka dapat dituangkan dalam 2 (dua) bab, masing-masing mengemukakan tentang teori-eori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan, dan bab lainnya menjelaskan sencara rinci teori yang digunakan dalam penelitian ini.

 

  1. 12.  BAB III: METODE PENELITIAN

Bab ini merupakan penjabaran lebih rinci tentang metode penelitian yang secara garis besar telah disinggung pada Bab I. Pembatasan istilah yang ada pada judul dan variabel yang diteliti dalam penelitian juga dijelaskan dalam Bab ini. Semua prosedur dan tahap-tahap penelitian mulai persiapan hingga penelitian berakhir dijelaskan dalam Bab ini. Disamping itu, dilaporkan juga tentang instrumen yang digunakan beserta proses pengembangan dan uji validitas dan reliabilitasnya.sangat penting untuk dijelaskan mengapa sesuatu teknik atau prosedur/metode dipilih oleh peneliti.

 

  1. 13.  BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

Pada dasarnya bab ini memuat dua hal utama yaitu pengolahan/analisis data untuk menghasilkan temuan dan pembahasan/analisis temuan. Pengolahan data menjadi temuan dapat dilakukan menurut prosedur penelitian kuantitatif tetapi dapat juga dilakukan menurut prosedur penelitian kualitatif. Uji hipotesis dilakukan sebagai bagian dari analisis data. Prosedur pengolahan data mana yangdipilih harus sesuai dengan desain penelitian yang dinyatakan dalam BAB III.

 

  1. 14.  BAB IV: KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

Dalam bab ini disajkan penafsiran/pemaknaan peneliti berupa kesimpulan terhadap semua hasil penelitian yang telah diperolehnya.

Dalam menuliskan kesimpulan dapat ditempuh salah satu cara dari dua cara berikut: a. Dengan cara butir demi butir, atau b. Dengan cara esei padat. Untuk karya tulis ilmiah seperti skripsi, makna penulisan kesimpulan dengan cara esei padat lebih baik daripada dengan cara butir demi butir.

 

  1. 15.  DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka memuat sumber terulis (buku,artekel jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet) atau tercetak (misalnya Compact Disk, Video, film, atau kaset) yang pernah dikutip dan digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum dalamuraian harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis tanpa nomor urut. Sumber tertulis/tercetak yang memakan tempat lebih dari satu baris, ditulis dengan jarak antar-baris satu spasi; sedangkan jarak antara sumber_sumber tertulis yang saling berurutan adalah dua spasi. Cara menulis Daftar Pustaka secara khusus dijelaskan pada bagisn Teknik Penulisan.

 

  1. 16.  LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran-lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian dan penulisan hasil-hasilnya menjadi satu karya tulis ilmiah. Setiap lamppiran diberi nomor urut sesuai dengan urutan pengguanaannya. Disamping diberi nomor urut Lmpiran ini juga diberi Judul Lampiran. Nomor urut Lampiran akanmemudahkan pembaca untuk mengaitkannya dengan bab terkait. Apabila nomor urut lampiran tersebut terdirir atas dua angka Arab dengan diselang sau tanda penghubung dimana angka depan menatakan nomo urut bab yang bersangkutan dan angka belakang menyatakan nomor urut lampiran. Misalnya, lampiran 1.2 artinya lampiran 2 dari Bab 1.

 

  1. 17.  RIWAYAT HIDUP

Riwayat hidup dibuat secara padat dan hanya menyampaikanhal-hal yang relevan dengan kegiatan ilmiah, tidak semua informasi tentang yang bersangkutan. Cakupannya adalah: nama lengkap, tempat dan tanggallahir, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaaan dan jabatan (bila telah bekerja), prestasi-prestasi yang pernah dicapai, dan karya ilmiah/publikasi yang telah dihasilkan atau diterbitkan (untuk S2 dan S3). Riwayat hidup dapat dibuat dengan gaya butir perbutir dan dapat pula dibuat dengan gaya esai padat. Dalam skripsi, gaya yang kedua lebih tepat daripada gaya yang pertama.

 

2.3 Teknik Penulisan

1. Teknik Pengetikan

Skripsi ditulis dengan menggunakan kertas HVS 70-80 gram ukuran A4 atau kuarto. Pengetikan skripsi disertai perlu mengikuti aturan-aturan berikut ini.

  1. Diketik dengan menggunakan komputer, huruf jenis Times New Roman ukuran 12, dicetak dalam quality letter.
  2. Jarak antara barisatu dengan baris lainnya pada isi Bab adalah sua spasi. Jarak pengeikan dua spasi ini berlaku pula bagi jarak penulisan pada Daftar Isi.
  3. Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah masing-masing adalah kurang lebih 4cm, 4cm, 3cm, dan 3cm. Bila menggunakan MS Windows atau Word Perfect, margin kiridan kanan masing-masing 1,20, dan marin atas 1,2 dan bawah 1,0.
  4. Pengetikan paragraf baru dimulai dengan awal kalimat yang menjorok masuk kedalam dengan lima pukulan tik dari tepi kiri atau lima huruf (1 tab) bila dengan komputer.
  5. Penulisan judul Bab dan sub-bab menggunakan HURUF KAPITAL SEMUA, tanpa garis bawah dan tanpa titik. Nomor Bab menggunakan angka Romawi. Setiap awal ari judul sub-bab harus ditulis dengan HURUF KAPITAL, kecuali kata kata sambung. Nomor urut bagi judul paragraf menggunakan angka Arab atau abjad.
  6. Cara penomoran dapat menggunakan salah satu cara dari kedua cara berikut ini.

Cara pertama         : I., A., 1., a., 1), a), (1), (a)

Cara kedua                        : I., 1., 1.1, 1.1.1, dst

Dalam satu skripsi cara penomoran ini harus digunakan secara konsisten, jadi tidak boleh dicampuradukkan. Kedua cara tersebut mengandung kelemahan. Kelemahan dalam cara pertama ialah memungkinkan terjadinya nomor yang sama dalam Bab yang sama. Sedangkan kelemahan cara kedua akan mengambil ruang yang banyak sehingga memungkinkan sempitnya tempat untuk menulis uraian.

  1. Perpindahan dari atu butir ke butir yang berikutnya todak harus menjorok, melainkan dapat diketik lurus/simetris agar tidak mengambil terlalu banyak tempat dan demi keindahan format.
  2. Penggunaan nomor urut sebagaimana disebutkan pada butir f diatas sebaiknya dibatasi dan jangan berlebihan, karena pada prinsipnya karya tulis ilmiah lebih banyak menggunakan uraian bukan pointers.
  3. Judul tabel ditulis disebelah atas tabel, sedangkan judul untukbagan, diagram, atau gambar, dituli disebelah bawah.

2. Sampul Luar

Sampul luar skripsi berisi: 1. Judul (dicetak dengan HURUF KAPITAL SEMUA dan tidak boleh menggunakan singkatan; jika ada sub-judul, maka yang ditulis dengan huruf besar hanya huruf awal dari setiap kata), 2. Maksud penulisan skripsi, 3. Logo Universitas, 4. Nama penulis, 5. Nomor induk,6. Nama Fakultas dan Universitas, dan 7. Tahun penulisan.

 

Rumusan maksud penulisan Skripsi ditulis:

 

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari

Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Jurusan …………………………..

3.Sampul Dalam

Isi sampul dalam sama persis dengan apa yang ditulis dalam sampul luar.

 

  1. 4.    Halaman Pernyataan

Halaman ini disediakan untuk pernyataan keaslian skripsi.

 

Pernyataan untuk skripsi adalah sebagai berikut:

 

“Saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah sepenuhnya karya sendiri. Tidak ada bagian didalamnya ang merupakan plagiat dari karya orang lain.”

 

 

Tempat, tanggal, tahun

Yang membuat pernyataan,

ttd

(Penulis skripsi)

 

 

  1. 5.      Halaman Persetujuan

Halaman ini disediakan khusus untuk tanda tangan persetujuan dari para pembimbing atau promotor, dan Ketua Jurusan/Program sebagai tanda mengetahui atas skripsi yang bersangkutan. Nama pembimbing/promotor ditulis lengkap dengan gelar akademiknya dengan menggunakan huruf kecil kecuali untuk huruf pertama. Misalnya,Prof. Dr. Ahmad Amir; Syahrul, Ph.D., Drs. Nanang Gunawan,M.Pd, M.A., dst.

 

  1. 6.      Cara Menulis Kutipan dan Sumber Kutipan

Beberapa aturan yang perlu diketahui dalam penulisan kutipan dan sumber kutipan didasarkan kepada sistem Harvard sebagai berikut.

  1. Kutipan ditulis dengan menggunakan “dua tanda petik” jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya.
  2. Jika kalimat yang dikutip terdiri atas tiga baris atau kurang,kutipan ditulis dengan menggunakan tanda petik (sesuai dengan ketentuan pertama) dan penulisannya digabung ke dalam paragraf yang ditulis oleh pengutip dan diketik dengan jarak dua spasi.

 

  1. 7.      Cara Menulis Angka

Cara menulis angka dalam suatu kalimat adalah sebagai berikut:

  1. Ditulis dengan kata-kata apabila angka tersebut kurang dari 10.

Contoh:

Dalam dua minggu ini ia bekerja keras untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

  1. Ditulis dengan angka Arab apabila angka tersebut 10 atau lebih.

Contoh:

Dari 20 kandidat untuk jabatan Ketua organisasi tersebut lima dinyatakan berhak mengikuti pemilihan tingkat akhir.

  1. Untuk simbol kimia, matematika, statistika dst. Penulisan dilaukan apa adanya sesuai dengan kelaziman dalam bidang yang bersangkutan.

 

  1. 8.      Cara Menulis Singkatan

Penulisan singkatan mengikuti aturan sebagai berikut:

  1. Untuk penulisan pertama kali suatu nama harus ditulis lengkap dan kemudian diikuti dengan singkatan resminya dalam kurung.

Contoh:

Dalam laporan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebutkan bahwa……

  1. Untuk penulisan berikutnya singkatan resmi yang ada dalam kurung digunakan tanpa perlu menuliskan kepanjangannya.

Contoh:

Dalam laporan PBB tersebut dinyatakan pula bahwa……….

  1. Singkatan yang tidak resmi tidak boleh digunakan.

 

  1. 9.      Cara Menulis  Daftar Pustaka

Komponen-komponen yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka ini adalah sebagai berikut.

  1. Disusun secara alfabetis. Jika huruf awal sama maka huruf kedua dari nama penulis itu menjadi dasar urutan demikian sterusnya.
  2. Nama penulis, dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama belakang, kemudian nama depan (disingkat). Hal ini berlaku untuk untuk semua nama Indonesia.
  3. Tahun Penerbitan, judul sumber tertulis yang bersangkutan dengan digarisbawahi atau dicetak miring,kota tempat penerbit berada, dan nama penerbit.

 

  1. 10.  Cara Menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber yang Digunakan
    1. Kalau sumbernya jurnal

Penulisan jurnal sebagai Daftar Pustaka mengikuti urutan: nama belakang penulis,nama depan penulis (disingkat), tahun penerbitan (dalam tanda kurung).

 

Contoh:

Barret-Lennard, G.T. (1983). “The Empathy Cycle: Refinement of Nuclear Concept:. Journal of Counseling Psychology. 28, (2),91-100.

  1. Kalau sumbernya buku

Kalau sumber tertulisnya berupa buku maka urutan-urutan penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun penerbitan, judul buku digarisbawahi, edisi, kota asal, penerbit.

Contoh:

Poole, M.E.(1976). Social Class and Languange Utilization at the Tertiary Level. Brisbane: University of Queensland.

  1. Kalau sumbernya di luar journal dan buku
    1. Berupa skripsi

Contoh:

Soelaeman, M.I. (1985). Suatu Upaya Pendekatan Fenomenologis terhadap Situasi Kehidupan dan Pendidikan DalamKeluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

  1. Berupa publikasi Departemen

Contoh:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional, Jakarta: Depdikbud.

  1. Berupa dokumen

Contoh:

Proyek Pengembangan Guru. (1983). Laporan Penilaian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.

  1. Berupa makalah

Contoh:

Kartadinata, S. (1989). “Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: kajian Psikologis”. Makalah pada Konvensi 7 IPBI, Denpasar.

  1. Berupa  surat kabar

Contoh:

Sanusi, A. (1986). “Menyimak Mutu Pendidikandengan Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti Kualitatif.” Pikiran Rakyat (8 September 1986)

  1. Kalau sumbernya dari Internet
    1. Bila karya perorangan

 

Cara penulisannya ialah:

Pengarang/penyunting. (Tahun). Judul (edisi). [Jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]

Contoh:

Thomson, A. (1998). The Adult and the Currulum. [Online]. Tersedia: http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.hotml [30 Maret 2000]

  1. Bila bagian dari karya kolektif

Cara penulisannya:

Pengarang/penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]

Contoh:

Daniel, R.T. (1995). The history of Western Music. In Britanica online: Macropedia[online]. Tersedia: http://www.eb.com:180/cgi-bin/g:DocF=macro/5004/45/0.html[28 Maret 2000]

  1. Bila artikel dalam jurnal

Cara penulisannya:

Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis media], volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]

Contoh:

Supriyadi, D. (1999).  Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives [Online], Vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http://epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [17 Maret 2000]

  1. Bila artikel dalam majalah

Cara penulisannya:

Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume, jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]

Contoh:

Goodstein, C. (1991 September). Healers from the deep. American Health [CD-ROM], 60-64. Tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/Article 0A [13 Juni 1995]

 

  1. Bila artikel di surat kabar

Cara penulisannya:

Pengarang. . (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar [Jenis media, jumlah jalaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]

Contoh:

Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat {Online], halaman 8. Tersedia: http://www.{pikiran-rakyat.com. [9 Maret 2000]

  1. Bila pesan dari E-mail

Cara penulisannya:

Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul pesan. E-mail kepada penerima [alamat e-mail penerima]

Contoh:

Musthafa, Bachrudin (Musthafa@indo.net.id). (2000, 25 April). Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dikemukakan dalam skripsi. Skripsi disusun dan dipertahankan dalam suatu sidang ujian. Bagian-bagian penulisan skripsi terdiri dari: 1. Pengertian,  2.  Karakteristik, 3. Persyaratan, 4. Pembimbingan, 5. Sistematika, 6. Penilaian, 7. Perbaikan Skripsi dalam Rangka Lulus Bersyarat. Adapun sistematika skripsi sebagai berikut: 1. Judul, disertai pernyataan mengenai maksud penulisan skripsi. 2. Nama dan kedudukan Tim Pembimbing. 3. Pernyataan tentang keaslian karya ilmiah. 4. Kata Pengantar. 5. Abstrak (tidak lebih dari 1 halaman). 6. Daftar Isi 7. Daftar Tabel (bila ada). 8. Daftar Gambar (bila ada). 9. Daftar Lampiran (bila ada). 10. Bab I. Pendahuluan 11. Bab II. Kajian Ilmiah (Diberi judul sesuai dengan isi/teori yang dibahas dalam bab ini). 12. Bab III. Metode Penelitian. 13. Bab IV. Pembahasan Hasil-hasil Penelitian. 14. Bab V. Kesimpulan dan Implikasi/Rekomendasi. 15. Daftar  Pustaka. 16. Lampiran-lampiran. 17. Riwayat Hidup Penulis. Dalam skripsi terdapat teknik penulisan yaitu  1. Teknik Pengetikan, 2. Sampul Luar, 3.Sampul Dalam, 4. Halaman Pernyataan, 5. Halaman Persetujuan, 6. Cara Menulis Kutipan dan Sumber Kutipan, 7. Cara Menulis Angka, 8. Cara Menulis Singkatan, 9. Cara Menulis  Daftar Pustaka, 10. Cara Menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber yang Digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Fakri Muhammad Gaffar, dkk. 2005. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Departemen Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

http://www.idblogNetwork.com (08-12-2010)

http://www.AnneAhira.com (08-12-2010)

http://www.wordpress.com (08-12-2010)

http://www.wikipedia.com (08-12-2010)

 

 

 

Tinggalkan komentar »

kerangka makalah

KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabbul Alamin, yang telah melimpahkan kekuatan lahir dan batin kepada diri penyusun, sehingga setelah melalui proses yang cukup panjang, pada akhirnya makalah ini dapat selesai. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, pengikut serta penolong beliau hingga akhir zaman. Dengan iringan do’a semoga senantiasa mendapat ridho Allah, dan dihimpunkan bersama orang-orang yang shaleh sejak dari Nabi adam a.s, hingga orang shaleh terakhir hidup di dunia ini. Makalah ini bisa selesai berdasarkan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia oleh dosen Dra. Hj. Ai Sofianti, M.Pd.

Skripsi dapat diartikan sebagai karya tulis yang disusun oleh seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan minimal 105 sks dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Utama dan Dosen Pembimbing II sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Pendidiksan S1 (Sarjana).

Dengan berbagai kekurangan dan kelemahan, akhir kata tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap penyusun nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Bandung, Desember 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar           ………………………………………………………………………….. i

Daftar Isi                     ………………………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang           ………………………………………………………………….. 1

I.2 Rumusan Masalah      ………………………………………………………………….. 1

I.3 Tujuan                        ………………………………………………………………….. 1

I.4 Manfaat                      ………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Bagian-bagian Penulisan skripsi         ..………………………………………………… 3

2.2  Sistematika Skripsi   …………………………………………………………………………  6

2.3 Teknik Penulisan       …………………….………………………………………………….. 12

BAB III PENUTUP

3.1  Kesimpulan               …..……………………………………………………………… 21

DAFTAR PUSTAKA                        ………………………………………………………………….. 22

Tinggalkan komentar »

obat yang masih tersisa

OBAT YANG MASIH  ADA

NO.

NAMA OBAT

JUMLAH

KETERANGAN

1. Diapet 2 Strip  
2. Feminax 1 Strip  
3. Biogesic 2 Strip  
4. Promag 1 Strip dan 8 Tablet  
5. CTM 1 Strip  
6. Waisan 7 Bungkus Kecil  
7. Fatigon 1 Strip dan 1 Tablet  
8. Mextril 3 Tablet  
9. Hansaplast Bungkus Kecil 10 Bungkus  
10. Betadine 2 Botol Kecil  
11. Hansaplast Rol 1 Rol Sedang dan 1 Rol Kecil  
12. Alkohol 70 % ½ Botol  
13. Rivanol 1 Botol Sedang  
14. Kassa Gulung 3 Gulung  
15. Kassa Steril 11 Bungkus  
16. Tisu Kosmetik 1 Bungkus  
       
       
       
       

 

 

Tinggalkan komentar »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
2 Komentar »